Deskripsi Produk
Kompresor & Pengisi Angin Otomatis FIXTEC DC 12V 150 PSI/1.0Mpa Kompresor Udara 17L/min
Produk Utama
Lihat lebih banyak produk, Anda dapat mengklik kata kunci produk…
| Produk Utama | ||
| Perkakas Listrik | Peralatan Bangku | Aksesoris |
| Perkakas Tangan | Peralatan Udara | Pompa Air |
| Mesin Las | Generator | APD (Alat Pelindung Diri) |
Deskripsi Produk
Alat EBIC didirikan pada tahun 2003, dengan pengalaman yang kaya dalam bisnis peralatan, FIXTEC adalah merek terdaftar kami. Pusat peralatan serba ada, termasuk lini lengkap perkakas listrik, perkakas tangan, perkakas meja, perkakas pneumatik, mesin las, pompa air, generator, peralatan taman, dan aksesori perkakas listrik. dll.
|
Merek |
FIXTEC |
|||
|
Nomor Model |
FCAC12150 |
|||
|
Mampu mengembang |
ban sepeda, ban mobil, bola olahraga |
|||
|
Tekanan Udara (Maks) |
150 PSI/1.0Mpa |
|||
|
Fitur Khusus |
– Fitur: Silinder tunggal 30mm – Mengembang dengan cepat, – Lampu LED |
|||
|
Arus Maksimum |
12A |
|||
|
Silinder |
30 mm |
|||
|
Aliran Udara |
17 L/menit |
|||
|
Panjang selang pengisi angin |
800 mm |
|||
|
Panjang kabel penghubung |
3M |
|||
|
Aksesori |
1 adaptor bola 2*adaptor katup ban 1 adaptor kasur angin |
|||
|
Ukuran karton |
45,5*22,5*38 cm |
|||
|
Jumlah/karton |
8 buah |
|||
|
Barat Laut/Barat Daya |
14kg/14,5kg |
|||
Produk yang direkomendasikan
Evaluasi Pelanggan
Profil Perusahaan
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Tim FIXTEC berbasis di Tiongkok untuk mendukung pemasaran global dan kami mencari distributor lokal sebagai mitra jangka panjang kami. Silakan hubungi kami!
| Layanan Purna Jual: | * |
|---|---|
| Jaminan: | * |
| Gaya Pelumasan: | Bebas minyak |
| Sistem Pendingin: | Pendinginan Udara |
| Susunan Silinder: | Susunan Paralel |
| Posisi Silinder: | Horisontal |
| Contoh: |
US$ 19,55/Buah
1 Buah (Minimum Pemesanan) | |
|---|
| Kustomisasi: |
Tersedia
|
|
|---|
.webp)
Apa perbedaan antara kompresor udara stasioner dan portabel?
Kompresor udara stasioner dan portabel adalah dua jenis kompresor udara umum dengan fitur dan aplikasi yang berbeda. Berikut perbedaan utama di antara keduanya:
1. Mobilitas:
Perbedaan utama antara kompresor udara stasioner dan portabel terletak pada mobilitasnya. Kompresor udara stasioner dirancang untuk dipasang secara permanen di lokasi tetap, seperti bengkel atau pabrik. Kompresor ini biasanya lebih besar, lebih berat, dan tidak mudah dipindahkan. Di sisi lain, kompresor udara portabel lebih kecil, lebih ringan, dan dilengkapi dengan pegangan atau roda untuk memudahkan transportasi. Kompresor ini dapat dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain, sehingga cocok untuk lokasi kerja, lokasi konstruksi, dan aplikasi mobile lainnya.
2. Sumber Daya:
Perbedaan lainnya terletak pada sumber daya yang digunakan oleh kompresor udara stasioner dan portabel. Kompresor stasioner biasanya ditenagai oleh listrik, karena dirancang untuk pengoperasian terus menerus di lokasi tetap dengan akses ke stopkontak. Kompresor ini terhubung ke jaringan listrik atau memiliki kabel khusus. Sebaliknya, kompresor portabel tersedia dalam berbagai pilihan daya, termasuk mesin listrik, bensin, dan diesel. Fleksibilitas ini memungkinkan mereka untuk beroperasi di daerah terpencil atau lokasi tanpa akses listrik yang mudah.
3. Kapasitas Tangki:
Kapasitas tangki juga merupakan faktor pembeda antara kompresor udara stasioner dan portabel. Kompresor stasioner seringkali memiliki tangki penyimpanan yang lebih besar untuk menyimpan udara terkompresi dalam jangka waktu yang lama. Tangki yang lebih besar memungkinkan mereka untuk memberikan pasokan udara terkompresi yang kontinu dan stabil untuk durasi yang lebih lama tanpa perlu sering melakukan siklus. Kompresor portabel, karena ukurannya yang ringkas dan mudah dibawa, umumnya memiliki kapasitas tangki yang lebih kecil, yang mungkin cukup untuk aplikasi yang bersifat sementara atau berskala kecil.
4. Kinerja dan Hasil:
Kinerja dan kemampuan keluaran kompresor udara stasioner dan portabel dapat bervariasi. Kompresor stasioner biasanya dirancang untuk aplikasi bervolume tinggi yang membutuhkan pasokan udara terkompresi yang konsisten dan berkelanjutan. Kompresor ini seringkali memiliki daya kuda yang lebih tinggi, ukuran motor yang lebih besar, dan kapasitas pengiriman udara yang lebih tinggi. Kompresor portabel, meskipun umumnya menawarkan daya kuda dan pengiriman udara yang lebih rendah dibandingkan dengan kompresor stasioner, tetap mampu menghasilkan udara yang cukup untuk berbagai aplikasi, termasuk peralatan pneumatik, tugas pengisian angin, dan peralatan bertenaga udara ringan.
5. Tingkat Kebisingan:
Tingkat kebisingan merupakan pertimbangan penting saat membandingkan kompresor udara stasioner dan portabel. Kompresor stasioner, yang berukuran lebih besar dan dirancang untuk lingkungan industri atau komersial, seringkali dilengkapi dengan fitur peredam kebisingan seperti insulasi suara dan peredam getaran. Kompresor ini dirancang untuk beroperasi pada tingkat kebisingan yang lebih rendah, yang sangat penting untuk menjaga lingkungan kerja yang nyaman. Kompresor portabel, meskipun telah dilakukan upaya untuk mengurangi kebisingan, mungkin menghasilkan tingkat kebisingan yang lebih tinggi karena ukurannya yang ringkas dan portabilitasnya.
6. Harga dan Biaya:
Kompresor udara stasioner dan portabel juga berbeda dalam hal harga dan biaya. Kompresor stasioner umumnya lebih mahal karena ukurannya yang lebih besar, daya keluaran yang lebih tinggi, dan konstruksi kelas industri. Kompresor ini seringkali memerlukan instalasi profesional dan mungkin melibatkan biaya tambahan seperti pemasangan kabel listrik dan pengaturan sistem. Kompresor portabel, karena lebih kecil dan lebih serbaguna, cenderung memiliki biaya awal yang lebih rendah. Kompresor ini cocok untuk pengguna individu, kontraktor, dan usaha kecil dengan keterbatasan anggaran atau kebutuhan pasokan udara yang fleksibel.
Saat memilih antara kompresor udara stasioner dan portabel, penting untuk mempertimbangkan persyaratan khusus dari aplikasi yang dimaksud, seperti mobilitas, ketersediaan sumber daya listrik, kebutuhan udara, dan pertimbangan kebisingan. Memahami perbedaan ini akan membantu dalam memilih jenis kompresor udara yang tepat untuk penggunaan yang dimaksud.
.webp)
Bagaimana kompresor udara digunakan dalam sistem pendingin dan HVAC?
Kompresor udara memainkan peran penting dalam sistem pendinginan dan HVAC (Pemanasan, Ventilasi, dan Pendingin Udara), menyediakan kompresi gas pendingin yang diperlukan dan memfasilitasi proses perpindahan panas. Berikut adalah beberapa cara utama penggunaan kompresor udara dalam sistem pendinginan dan HVAC:
1. Kompresi Refrigeran:
Dalam sistem pendingin, kompresor udara digunakan untuk memampatkan gas pendingin, meningkatkan tekanan dan suhunya. Gas terkompresi ini kemudian bergerak melalui sistem, di mana ia mengalami perubahan fase dan pertukaran panas untuk memungkinkan pendinginan atau pemanasan. Kompresor adalah jantung dari siklus pendinginan, karena ia memberi tekanan dan mengedarkan gas pendingin.
2. Siklus Pendinginan:
Kompresi gas refrigeran oleh kompresor udara merupakan langkah penting dalam siklus pendinginan. Setelah dikompresi, gas bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi mengalir ke kondensor, tempat gas tersebut melepaskan panas dan mengembun menjadi cairan. Refrigeran cair kemudian melewati katup atau perangkat ekspansi, yang mengurangi tekanan dan suhunya. Refrigeran bertekanan rendah dan bersuhu rendah ini kemudian memasuki evaporator, menyerap panas dari lingkungan sekitarnya dan menguap kembali menjadi gas. Siklus berlanjut saat gas kembali ke kompresor untuk dikompresi ulang.
3. Sistem Pendingin dan Pemanas HVAC:
Dalam sistem HVAC, kompresor udara digunakan untuk memfasilitasi proses pendinginan dan pemanasan. Kompresor memampatkan gas refrigeran, yang memungkinkan gas tersebut menyerap panas dari lingkungan dalam ruangan dalam mode pendinginan. Gas yang dimampatkan melepaskan panas di unit kondensor luar ruangan dan kemudian bersirkulasi kembali ke kompresor untuk mengulangi siklus tersebut. Dalam mode pemanasan, kompresor membalikkan siklus pendinginan, menyerap panas dari udara luar atau sumber tanah dan memindahkannya ke dalam ruangan.
4. Pendingin Udara:
Kompresor udara merupakan bagian integral dari sistem pendingin udara, yang merupakan bagian dari sistem HVAC. Gas pendingin terkompresi digunakan untuk mendinginkan dan menghilangkan kelembapan udara di bangunan perumahan, komersial, dan industri. Kompresor memberi tekanan pada gas pendingin, memulai siklus pendinginan yang menghilangkan panas dari udara dalam ruangan dan melepaskannya ke luar.
5. Jenis-Jenis Kompresor:
Sistem pendingin dan HVAC menggunakan berbagai jenis kompresor udara. Kompresor piston, kompresor sekrup putar, dan kompresor gulir umumnya digunakan dalam aplikasi ini. Pemilihan jenis kompresor bergantung pada faktor-faktor seperti ukuran sistem, kebutuhan kapasitas, efisiensi, dan pertimbangan khusus aplikasi.
6. Efisiensi Energi:
Pengoperasian kompresor udara yang efisien sangat penting untuk sistem pendingin dan HVAC. Kompresor hemat energi membantu meminimalkan konsumsi daya dan mengurangi biaya operasional. Selain itu, ukuran kompresor dan desain sistem yang tepat berkontribusi pada efisiensi energi keseluruhan sistem pendingin dan HVAC.
Dengan cara memampatkan gas pendingin secara efektif dan memfasilitasi proses perpindahan panas, kompresor udara memungkinkan fungsi pendinginan dan pemanasan dalam sistem pendingin dan HVAC, memastikan lingkungan dalam ruangan yang nyaman dan pengendalian suhu yang efisien.
.webp)
Perawatan apa saja yang dibutuhkan untuk kompresor udara?
Merawat kompresor udara sangat penting untuk memastikan kinerja optimal, umur pakai yang panjang, dan pengoperasian yang aman. Perawatan rutin membantu mencegah kerusakan, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi risiko kecelakaan. Berikut beberapa tugas perawatan utama untuk kompresor udara:
1. Inspeksi Rutin: Lakukan pemeriksaan visual pada kompresor udara untuk mengidentifikasi tanda-tanda keausan, kerusakan, atau kebocoran. Periksa kompresor, selang, fitting, dan sambungan untuk setiap kelainan. Perhatikan kebocoran oli, baut yang longgar, dan komponen yang aus.
2. Penggantian Oli: Jika kompresor udara Anda memiliki sistem pelumasan oli, penggantian oli secara teratur sangat penting. Ikuti rekomendasi pabrikan mengenai frekuensi penggantian oli dan gunakan jenis oli yang direkomendasikan. Oli yang kotor atau rusak dapat memengaruhi kinerja kompresor dan menyebabkan keausan dini.
3. Pembersihan atau Penggantian Filter Udara: Bersihkan atau ganti filter udara secara teratur untuk memastikan asupan udara yang tepat dan mencegah kontaminan masuk ke kompresor. Filter yang tersumbat atau kotor dapat membatasi aliran udara dan mengurangi efisiensi.
4. Keringkan Kelembapan: Kompresor udara menghasilkan uap air sebagai produk sampingan dari proses kompresi. Uap air yang menumpuk di dalam tangki dapat menyebabkan karat dan korosi. Kuras uap air dari tangki secara teratur untuk mencegah kerusakan. Beberapa kompresor memiliki saluran pembuangan otomatis, sementara yang lain memerlukan pengurasan manual.
5. Pemeriksaan dan Penyesuaian Sabuk: Jika kompresor Anda menggunakan sistem penggerak sabuk, periksa sabuk tersebut untuk melihat tanda-tanda keausan, retak, atau masalah ketegangan. Sesuaikan atau ganti sabuk seperlunya untuk menjaga ketegangan dan transmisi daya yang tepat.
6. Inspeksi Tangki: Periksa tangki kompresor untuk melihat adanya tanda-tanda korosi, penyok, atau masalah struktural. Tangki yang rusak dapat berbahaya dan harus segera diperbaiki atau diganti.
7. Perawatan Katup: Periksa katup pengaman, katup pelepas tekanan, dan katup lainnya secara teratur untuk memastikan semuanya berfungsi dengan benar. Uji katup secara berkala untuk memverifikasi pengoperasiannya yang tepat.
8. Komponen Motor dan Listrik: Periksa motor dan komponen listrik untuk mengetahui adanya tanda-tanda kerusakan atau panas berlebih. Periksa kekencangan sambungan listrik dan pastikan pentanahan yang tepat.
9. Jaga Kebersihan Area: Jaga kebersihan dan kerapan area di sekitar kompresor. Singkirkan kotoran, debu, atau penghalang apa pun yang dapat menghambat kinerja kompresor atau menyebabkan panas berlebih.
10. Ikuti Pedoman Produsen: Selalu rujuk ke buku panduan pabrikan untuk instruksi perawatan spesifik dan interval servis yang direkomendasikan untuk model kompresor udara Anda. Buku panduan tersebut memberikan informasi berharga tentang tugas perawatan, persyaratan pelumasan, dan tindakan pencegahan keselamatan.
Perawatan rutin sangat penting untuk menjaga kompresor udara Anda dalam kondisi optimal dan memperpanjang masa pakainya. Penting juga untuk dicatat bahwa persyaratan perawatan dapat bervariasi tergantung pada jenis, ukuran, dan penggunaan kompresor. Dengan mengikuti rutinitas perawatan yang komprehensif, Anda dapat memastikan pengoperasian kompresor udara yang andal dan memaksimalkan efisiensi serta umur pakainya.


Diedit oleh CX 2023-10-12